Keluarga adalah tempat lahirnya benih generasi berkarakter dan peran orang tua sebagai pendidik penting dalam masa tumbuh kembang anak. Sebagai anak yang berbakti, Islam sangat menganjurkan untuk mendoakan kedua orang tua, “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa, Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”. Dan sudahkah kita sebagai anak mendoakan orang tua kita? ataukah kita lupa dan abai?. Orang tua adalah mereka yang telah mengerahkan seluruh hidupnya sejak kita terlahir ke dunia. Bahkan setelah kita dewasa, mereka tetap mendoakan yang terbaik untuk kita. Mendoakan kedua orang tua bukan hanya ketika mereka sudah wafat, namun juga ketika mereka masih hidup. Ibu dan Ayah adalah orang yang paling besar haknya dalam hal ini. Dan mendoakan mereka bukan hanya melalui lisan kita, tetapi bisa juga dengan cara meminta kepada orang yang saleh supaya mendoakan kebaikan dan hidayah bagi kedua orang tua kita. Tidak selalu memberikan hadiah berupa barang mewah menjadi hadiah yang terbaik untuk seseorang. Terutama untuk seseorang yang lebih spesial dan harus kita cintai dan sayangi. Sering kali kita lebih berupaya memberikan hadiah yang terbaik untuk teman dekat kita dari pada untuk orang tua kita sendiri. Bahkan tak jarang mereka lupa mendoakan orang tuanya, salah satu penyebabnya adalah belum mengetahui apa manfaat dan cara mendoakan orang tua. Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat ( Pesantren Lansia) adalah Pondok Pesantren Khusus lansia yang dikelola oleh Yayasan Pitutur Luhur, yang bergerak di bidang kemanusiaan, pedidikan, sosial, dan keagamaan yang berupaya mempertahankan hidayah Iman dan Islam, memperbaiki dan mengembangkan kualitas, ruhani dalam pribadi masyarakat luas, khususnya lansia menuju kehidupan yang Khusnul Khotimah “Santri kami ada yang mukim, ada yang datang dan pulang, para santri lansia di ponpes ini selalu belajar agama dan mendalaminya, sebagai bekal menuju akhirat,” ujar Kepala Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Ahmad Winarno kepada Radio Silaturahim. Tommy (55) tahun, salah seorang santri mengatakan dirinya merasa tenang bermukim di sana. “saya berasala dari tanggerang, dan menderita tumor di bagian telinga namun sekrang sudah kempes karena dibawa tenang dan setiap hari membaca Alquran dan mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya. Mendoakan orang tua merupakan salah satu cara berbakti seorang anak. Mulailah membiasakan mendoakan orang tua minimal setelah shalat fardhu. Doakan agar mereka selalu istiqamah di jalan Allah SWT, diberi keberkahan di sisa umurnya, serta semua kebaikan yang juga ingin kita peroleh di dunia ini. Jangan pernah malu atau gengsi menunjukkan rasa sayang kita terhadap orang tua. Dalam hal berbakti kepada orang tua ini, Rasulullah SAW sangat menganjurkan dan memerintahkan umatnya untuk berbuat baik kepada orang tuanya.Dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash RA ia berkata, Nabi SAW telah bersabda: “Keridhaan Allah itu terletak pada keridhaan orang tua, dan murka Allah itu terletak pada murka orang tua.” (HR. At-Tirmidzi. Hadis ini dinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim) Sumber : Radio Silaturahim AM 729Khz
Warga dan Santri Gotong Royong Cor Asrama Lansia Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat
Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, bersama dengan warga, keluarga santri dan relawan dari berbagai komunitas, gotong royong menginisiasi pengecoran asrama Pesantren Tahfidz lansia dengan luas pengecoran 8×30 meter. Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat di bawah naungan Yayasan Pitutur Luhur merupakan Pesantren Lansia yang di dalamnya berdiri Asrama Pesantren Tahfidz khusus lansia. Harapannya dengan adanya asrama ini, para santri khususnya yang mengikuti program pesantren tahfidz khusus lansia semakin bersemangat. “Harapan kami, asrama pesantren tahfidz khusus lansia ini dapat menjadi lumbung pendidikan para santri lansia sehingga mereka dapat mempersiapkan hari tuanya dengan husnul khotimah,” tutur Winarno, Ketua Yayasan Pitutur Luhur, kepada Ayosemarang.com, Senin 21 Februari 2022. Direktur Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, M.Solikin menyampaikan rasa terimakasih atas pertisipasi, dukungan dan bantuan dari seluruh peserta pengecoran para donatur, warga dusun Gedong, jejaring masa dan komunitas dalam kegiatan pengecoran Asrama Pesantren Tahfidz Khusus Lansia. “Saya, mewakili Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat menyampaikan terima kasih kepada selurug peserta pengecoran, mulai dari santri, keluarga santri non mukim, jejaring masa dan komunitas, para donatur dan tentunya warga dusun Gedong, desa Gedong Kecamatan Banyubiru, semoga kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah kita semua,” ujarnya. M.Solikin juga menegaskan bahwa kegiatan pengecoran asrama tahfidz khusus lansia ini adalah sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan juga untuk menjalankan amanah kepada para donatur yang sudah berdonasi untuk bersama membangun asrama ini. “Pembangunan asrama ini adalah sebagai wujud bakti kepada orangtua dan wujud amanah dari para donatur, sehingga memiliki kebermanfaatan dunia dan akhirat,” paparnya. Kegiatan ini melibatkan santri dan keluarga santri non mukim, juga didukung oleh berbagai komunitas dan jejaring sosial kemanusiaan lainnya, seperti ACT, MRI, Tera Sedekah, Mualaf Center Kabupaten Semarang (MCKS), Saka Wira Kartika, dan Sayur Barokah, Radio Silaturrahim Jakarta dan Radio Suara Muslim Surabaya. Sumber: Ayo Semarang
Pertanggungjawaban Publik : Kunjungan Silaturahmi ke Pesantren Lansia ‘Raden Rahmat’ Banyubiru
Teras Sedekah edisi 24 Desember kita laksanakan pada hari Ahad, 26 Desember 2021, dalam wujud kunjungan ke panti jompo yang lebih dikenal dengan nama pesantren lansia. Sekitar pukul 09.25 menit, perjalanan silaturahmi sembari piknik tipis-tipis pun dimulai. Rute menuju lokasi yang terletak di Desa Gedong RT 3 RW 01 Banyubiru ini cukup menantang dengan tanjakan dan kelak keloknya. Namun begitu, pemandangan yang tersaji sepanjang perjalanan bisa menjadi obat mata dan penghibur hati. Petak-petak sawah nan menghijau, kebun jeruk, kebun porang, hamparan Danau Rawa Pening di kejauhan, serta gagahnya Gunung Telomoyo, cukup memanjakan mata para emak yang telah sekian lama terpenjara akibat pandemi dan ppkm. Kami tiba di lokasi, sekitar pukul 10.00. Begitu turun dari kendaraan, hawa sejuk khas pengunungan mulai terasa. Maklumlah, pesantren lansia ini berlokasi di lereng Gunung Gajahmungkur dengan ketinggian 800 mdpl. Kehadiran kami disambut oleh Ustadz Winarto, salah seorang pengasuh pondok. Ustadz muda yang ramah ini, mengajak kami berkeliling lokasi sambil sesekali menjadi photografer, memenuhi permintaan emak-emak mengabadikan pose di spot-spot tertentu. Selesai berkeliling, acara berlanjut dengan ramah tamah dan bincang-bincang santai. Sesi ini dimoderatori oleh Mbak Dea. Sebagai MC, ada Mbak Karimah, seorang gadis muda nan santun. Sementara untuk pengisi acara, ada Ustadz Sholikin, Ustadz Winarno, dan Ustadz Ukuwan. Acara berlangsung akrab penuh kekeluargaan. Ustadz Sholikin dan Mbak Dea memaparkan dengan jelas dan detail program-program di pesantren ini. Sementara ibu-ibu dari Tim Teras Sedekah juga cukup antusias mengajukan pertanyaan seputar pondok dan santrinya. Salah seorang santri inap, Mbah Damiri (72 tahun) turut meramaikan acara dengan cerita dan pantunnya yang cukup menghibur. Selain itu, Mbak Dea juga memperkenalkan satu persatu santri inap, yang walaupun sudah berusia sepuh tapi berpenampilan cukup bugar. Pesantren lansia Raden Rahmat adalah panti jompo yang dikelola secara mandiri. Panti ini menampung para sepuh yang hidup sebatang kara tanpa sanak tanpa saudara. Juga para lansia yang masih memiliki keluarga, tapi ingin menghabiskan sisa usianya dengan beribadah secara maksimal. Syarat wajib untuk menjadi penghuni pesantren lansia bersedia belajar mengaji dan mengisi hari dengan beragam ibadah. Panti lansia ini memiliki dua belas santri mukim dan ratusan santri non mukim. Santri mukim yaitu para lansia yang tinggal menetap di pondok. Sementara santri non mukim, adalah para lansia yang datang di hari-hari tertentu untuk mengikuti kajian ilmu. Dengan slogan ‘Menata Senja, Meniti Syurga’, para Mbah Putri dan Mbah Kakung di pondok ini dibimbing untuk beribadah secara maksimal dan dengan penuh kasih sayang oleh para pengelola pondok. Diawali dengan aktifitas bangun dan mandi di waktu dini hari, kemudian menyiapkan diri untuk sholat tahajud, mengaji Qur’an, sholat fajar, hingga sholat subuh. Ibadah-ibadah sunah lain juga menjadi pengisi hari-hari mereka, seperti sholat Dhuha, puasa Senin Kamis, bahkan ada di antara para Mbah yang rutin puasa Daud, dan setoran hapalan quran. Dengan konsep olah raga, olah jiwa, dan olah rasa, para Mbah ini juga dilibatkan untuk berkegiatan secara umum, layaknya tinggal di rumah sendiri. Mereka diperbolehkan ikut membantu tim dapur memasak, mengobrol dan berinteraksi dengan sesama mereka, atau mengisi waktu dengan membuat keterampilan. Kunjungan silaturahmi ini ditutup dengan acara bertukar hadiah. Tim Teras Sedekah memberi oleh-oleh sembako untuk pesantren lansia. Sementara pengurus pondok menyerahkan plakat penghargaan untuk tim teras. Banyak pelajaran berharga yang kami dapat dari kunjungan ini. Salah satu program yang dijabarkan oleh ustadz Sholikin, dan insyaa Allah ingin kami terapkan di desa kami, adalah program ‘sowan si Mbah’, yaitu kunjungan ke rumah warga-warga sepuh di lingkungan kami, untuk sekedar mengajak mereka berbincang, atau sesekali membawa buah tangan. Karena sejatinya memuliakan orang tua merupakan salah satu pembuka pintu rezeki. Selain warga sepuh, silatuhmi ke warga tidak mampu, difable, atau warga yang menderita sakit menahun juga menjadi prioritas. Silaturahmi ini sifatnya kunjungan santai. Sekedar mengajak mereka ngobrol, dan yang paling utama memotivasi mereka bahwa dalam kesusahan dan keterbatasan, para tetangga tetap peduli dan sayang pada mereka. Dan pastinya, setiap edisi *Teras Sedekah* mereka juga termasuk prioritas yang harus disantuni. Semoga Allah membuka jalan dan memudahkan kami untuk menjalankan program-program yang insyaa Allah akan kita mulai di 2022 nanti. Oo…ya, buat temen-temen yang pengen berwakaf di pesantren lansia, bisa banget lho. Untuk info jelasnya bisa dilihat di photo ini. Terakhir tapi bukan yang tersisa, terima kasih tak terkira kami haturkan untuk semua donatur. Masyarakat muslim Indonesia di Frankfurt, Jerman melalui narahubung Purwanty Syariefadnan. Para pegiat salon kecantikan melalui narahubung Mbak Arjuna RiasPengantin. Dan yang paling spesial masyarakat Dusun Macanan yang selalu setia menitipkan donasinya, juga buat MRI/ACT Kab. Semarang yang tak pernah bosan membersamai setiap kegiatan kami. Semoga donasi panjenengan semua menjadi tabungan di akhirat kelak. (Macanan, 26 Desember 2021). Pertanggungjawaban Publik : Kunjungan Silaturahmi ke Pesantren Lansia ‘Raden Rahmat’ Banyubiru (panjaitanrohani.com)
Wisata Religi di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat
Wisata Religi di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Pemerintah kabupaten Semarang menetapkan Pondok Pesantren Raden Rahmat menjadi salah satu spot wisata religi. Pesantren ini dinilai telah mampu mendorong pengembangan kepariwisataan, dan juga membuka peluang usaha bagi para petani dan UKM khususnya di Desa Gedong, Kabupaten Semarang. Selain menjadi tempat wisata bergaya religi yang khusus membimbing santri dewasa dan lansia ini juga menyuguhkan kegiatan cara membuat ekstrak jahe dan kopi bagi para wisatawan. Hasil olahan yang dikerjakan oleh para santri lansia ini menjadi oleh oleh yang nantinya dapat dibawa pulang bagi para wisatawan yang datang berkunjung. Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat tersebut menyungsung konsep natural atau alami, sehingga mampu membuat para lansia yang ingin menimba ilmu di pesantren ini merasa nyaman dan tenteram. Konsep alam yang alami tersebut mampu menarik cukup banyak perhatian sehingga membuat banyak orang dari berbagai daerah datang menimba ilmu ke tempat tersebut. Wisata Bertema Religi di Indonesia Selain Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, sebenarnya di indonesia masih ada banyak tempat wisata religi yang biasa dikenal dengan kota santri. Jika saudara berencana ingin pergi berlibur ke tempat tempat wisata yang bernuansa religi mungkin kota santri berikut bisa menjadi tempat wisata yang dapat saudara kunjungi. 1. Kendal Kendal adalah salah satu daerah di indonesia yang dinobatkan sebagai kota santri. Beberapa wilayah di Kendal seperti Kaliwungu, banyak tersebar puluhan pondok pesantren yang memiliki ribuan santri. Rata rata kecamatan yang berada di Kendal memiliki minimal 10 pondok pesantren, sehingga kerap kali menjadi tempat liburan andalan bagi sebagian besar orang yang berburu tempat wisata bertema religi. 2. Jember Tidak kalah dari Kendal, Jember juga memiliki cukup banyak pesantren yang tersebar ke berbagai pelosok desa. Para santri yang menimba ilmu di sana berasal dari berbagai daerah yang ada di indonesia. Pondok Pesantren Al Qodiry adalah salah satu yang terkenal, sekaligus menjadi destinasi wisata religi walisongo. Selain disebut dengan kota santri, kota ini juga memperoleh predikat kota tembakau yang berkembang cukup pesat. 3. Jombang Jombang merupakan daerah yang cukup tersembunyi dari keramaian, namun terasa sangat dekat dengan para pencari wisata religi, sebab daerah jombang juga dijuluki sebagai kota santri. Sejumlah pondok pesantren berdiri di sana, seperti Tebuireng, Denanyar, Tambak Beras, Pesantren Attahdzib (PA), dan Darul Ulum (Rejoso). Deretan pesantren ini melahirkan banyak sekali tokoh-tokoh kenamaan, salah satunya wakil presiden Indonesia, Ma’ruf Amin. 4. Gresik Gresik memang menjadi tempat andalan bagi sejumlah orang yang berburu spot wisata religi. Tempat ini juga menjadi tempat andalan bagi dua tokoh penyebar Agama Islam paling penting, Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim. Salah satu budaya religius di Gresik yang sudah sejak lama diikuti masyarakat sekitarnya, yaitu pendidikan Alquran yang harus dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan. 5. Situbondo Situbondo merupakan kota santri yang dikenal sebagai kota yang penuh dengan kedamaian. Situbondo memiliki pondok pesantren yang sangat berpengaruh di Indonesia, Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Pondok pesantren ini pun dianggap yang pertama mengenalkan pembelajaran klasikal seperti Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah. Itulah beberapa kota santri yang ada di indonesia, yang mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan saudara yang ingin mencari tempat wisata yang bernuansa religi. Sumber: Wisata Religi di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat – Sahabat Yatim
RUMAH ZAKAT MENYALURKAN 100 PAKET MAKANAN BERBUKA PUASA KEPADA LANSIA DI DESA BERDAYA
SEMARANG – Desa berdaya Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang adalah desa yang pada tahun 2021 ini mendapat gelar sebagai Desa Wisata Religi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Salah satu destinasi wisata religi adalah aktifitas keagamaan di wisma lansia Raden Rahmat yang menjadi inspirasi wisatawan untuk meningkatkan ketaatan beragama. Bersamaan dengan momen bulan Ramadhan, Rumah Zakat salurkan 100 paket Berbagi Buka Puasa (BPP) untuk member wisma lansia Raden Rahmat (6/5). Amrih Setiowati selaku Relawan Rumah Zakat menyalurkan 100 kotak BBP kepada lansia di wisma lansia. Meski raga tak lagi muda, mereka tetap berpuasa. Ini perlu diapresiasi dengan membagikan secercah kebahagiaan melalui paket Berbagi Buka Puasa. Kegiatan buka bersama dari Rumah Zakat ini berisi mujahadah, tausiah, dan pembagian makanan menu buka puasa yang diantar langsung dari vendor catering Rumah Zakat cabang semarang. Sholikin selaku pimpinan pondok pesantren kasepuhan raden rahmat mengucapkan terimakasih kepada Rumah Zakat dan donatur atas bantuan yang diberikan. “Terimakasih Rumah Zakat yang telah menyalurkan paket buka puasa di wisma lansia. Semoga berkah dan mendatangkan kebaikan bagi penerima, terkhusus kepada donatur,” ungkap Sholihin. Sumber: Rumah Zakat
RUMAH ZAKAT MENYALURKAN 100 PAKET MAKANAN BERBUKA PUASA KEPADA LANSIA DI DESA BERDAYA
SEMARANG – Desa berdaya Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang adalah desa yang pada tahun 2021 ini mendapat gelar sebagai Desa Wisata Religi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Salah satu destinasi wisata religi adalah aktifitas keagamaan di wisma lansia Raden Rahmat yang menjadi inspirasi wisatawan untuk meningkatkan ketaatan beragama. Bersamaan dengan momen bulan Ramadhan, Rumah Zakat salurkan 100 paket Berbagi Buka Puasa (BPP) untuk member wisma lansia Raden Rahmat (6/5). Amrih Setiowati selaku Relawan Rumah Zakat menyalurkan 100 kotak BBP kepada lansia di wisma lansia. Meski raga tak lagi muda, mereka tetap berpuasa. Ini perlu diapresiasi dengan membagikan secercah kebahagiaan melalui paket Berbagi Buka Puasa. Kegiatan buka bersama dari Rumah Zakat ini berisi mujahadah, tausiah, dan pembagian makanan menu buka puasa yang diantar langsung dari vendor catering Rumah Zakat cabang semarang. Sholikin selaku pimpinan pondok pesantren kasepuhan raden rahmat mengucapkan terimakasih kepada Rumah Zakat dan donatur atas bantuan yang diberikan. “Terimakasih Rumah Zakat yang telah menyalurkan paket buka puasa di wisma lansia. Semoga berkah dan mendatangkan kebaikan bagi penerima, terkhusus kepada donatur,” ungkap Sholihin. Sumber : Rumah Zakat
PPPA Daarul Qur’an Semarang Salurkan Bantuan Pembangunan Asrama untuk Pesantren Lansia
Umumnya, pesantren sebagai tempat pendidikan belajar agama diisi oleh anak-anak, remaja, mahasiswa hingga dewasa yang masih dalam usia produktif. Namun, berbeda dengan Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, di sana santrinya adalah mereka para lanjut usia (lansia). Setidaknya terdapat 100 santri lansia yang belajar di pesantren yang terletak di Dusun Krajan, Desa Gedong, Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah ini. Sebagian dari santri lansia itu bermukim, sebagian lainnya hanya sekadar mengaji paruh waktu. Sejak didirikan tiga tahun lalu, pesantren yang bergerak di bidang kemanusiaan, pendidikan, sosial dan keagamaan untuk lansia ini belum bisa menyediakan fasilitas mukim yang layak bagi para santrinya. Saat ini, santri mukim masih meninggali bilik-bilik kamar seadanya. Kian hari jumlah lansia yang berminat mengisi waktu senjanya dengan mengaji di sini pun kian bertambah. Asrama, ruang mengaji dan berbagai fasilitas lain pun perlu ditambahkan. Allhamdulillah, pada Kamis (2/9) lalu PPPA Daarul Qur’an Semarang menyerahkan bantuan untuk pembangunan asrama Pesantren Lansia Kasepuhan Raden Rahmat. “Jazakumullah khairan untuk segenap donatur dan semua tim PPPA Daarul Qur’an Semarang yang telah membantu kami dalam proses pembangunan asrama ini. Semoga amanah ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk kita semua,” tutur Ustadz Winarno selaku pengelola pesantren. Melalui bantuan tersebut, PPPA Daarul Qur’an Semarang berharap pesantren ini nantinya bisa menjadi tempat yang nyaman bagi para santri lansia untuk beribadah dan menimba ilmu agama. Semoga para santri dapat terus semangat belajar membaca, memperbaiki dan memperkuat bacaan Al-Qur’an mereka. Sumber: Kabar DAQU (pppa.id)
KEREN, Ponpes Lansia Raden Rahmat Semarang Manfaatkan Barang Bekas Jadi Bernilai Tinggi
Pondok Pesantren Lanjut Usia (Ponpes Lansia) Raden Rahmat, Kabupaten Semarang saat ini sedang mengembangkan program pemanfaatan barang bekas untuk pembangunan pesatren. Kepala Ponpes Lansia Raden Rahmat Winarno, menuturkan, Ponpes Lansia Raden Rahmat akan mengelola barang bekas yang diamanahkan untuk proses pembangunan pesantren. “Barang bekas yang kami terima akan dilakukan service hingga layak. Masyarakat yang membutuhkan bisa membelinya untuk pembangunan pesantren,” jelas Winarno dalam keterangan persnya, Senin 23 Agustus 2021. Ia menjelaskan, barang bekas sering tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Barang bekas belum berwujud sampah sehingga tidak dibuang, di sisi lain amat jarang digunakan sebab sudah ada barang pengganti. “Kadang kita juga baru sadar ada banyak barang bekas yang kita miliki saat bersih-bersih atau pindahan rumah. Mau dibuang sayang karena masih berguna, mau sering dipakai sudah ada barang pengganti. Jadi nilai manfaatnya berkurang,” terang dia. Winarno menjelaskan, manfaat barang bekas bisa kembali bernilai salah satunya dengan didonasikan ke lembaga-lembaga yang membutuhkan. “Jadi nilai sosialnya ada, alhamdulillah Pesantren Lansia Raden Rahmat membuka program Sedekah Babe yakni Sedekah Barang Bekas.” “Kita ingin agar barang bekas kita yang nilainya sudah turun kembali memiliki nilai sebagai amal jariyah yang pahalanya mengalir bahkan setelah kita wafat,” imbuh Winarno. Sebelumnya, ujar Winarno, Pondok Pesantren Lansia Raden Rahmat sudah mengembangkan program Bank Sampah untuk santrinya. Sumber: Ayo Semarang
PEMBINAAN SIKAP SOSIAL KEAGAMAAN DAN KETENTERAMAN JIWA PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN LANSIA RADEN RAHMAT BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2021
Fauzia, Alisa Shifa (2021) Abstract Kata Kunci: Lansia, Sikap Sosial Keagamaan, dan Ketenteraman Jiwa Tujuan penelitian ini ada dua hal, yaitu: Untuk mengetahui pembinaan sikap sosial keagamaan dan ketenteraman jiwa pada santri lansia dan untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pembinaan sikap sosial keagamaan dan ketenteraman jiwa pada santri di pondok pesantren lansia Raden Rahmat Banyubiru Kab. Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pengasuh pondok pesantren, ketua yayasan, ustadz, santri, dan masyarakat. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan agar lebih akurat. Adapun untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi data. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Pembinaan sikap sosial keagamaan dilakukan melalui program kegiatan kajian bersama warga, sholat berjama’ah, kegiatan diskusi, kelas sholawat dan qir’ah, training dan game, program piket harian, pengajian anjangsana, game-mentor dari luar, sowan sepuh, program sedekah, kegiatan sosial bersama masyarakat setempat. Sedangkan pembinaan ketenteraman jiwa pada santri diajarkan melalui kegiatan keagamaan seperti dzikir, tahajud, mengaji, dan puasa, serta terdapat konseling, terapi healing qur’an, komunitas peduli lansia, program jaga lansia, senam bersama, dan berkebun. 2) Faktor penunjang pembinaan sikap sosial keagamaan seperti: Adanya dukungan pemerintah, semangat relawan, budaya masyarakat, sarana dan prasarana yang mewadahi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah fisik lansia yang sudah menurun, sumber daya manusia yang kurang, dan rasa malas. Faktor pendukung dan penghambat ketenteraman jiwa adalah keluarga, lingkungan, pikiran, dan kegiatan. Item Type: [“eprint_typename_skripsi” not defined] Subjects: Agama Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam Depositing User: Unnamed user with email bimoharyosetyoko@iainsalatiga.ac.id Date Deposited: 17 Jul 2021 09:19 Last Modified: 17 Jul 2021 09:19 URI: http://e-repository.perpus.uinsalatiga.ac.id/id/eprint/11250 Sumber : UIN Salatiga Repository
PESANTREN RADEN RAHMAT SUSUN KURIKULUM HADITS BAGI LANSIA
Pondok Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Semarang menjalin kerjasama dengan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga untuk memberikan pembelajaran hadits dan literasi khazanah keislaman lainnya bagi para santri lansia. Menurut Direktur Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, ustaz Sholikhin pesantren dan IAIN Salatiga akan menyusun kurikulum kelansiaan, terutama yang berhubungan dengan literasi referensi hadits tentang Lansia. “Kami menyambut baik kerjasama ini, rencananya kami akan menyusun buku Jalan Indah Menurut Sunah Menuju Akhir Hayat Husnul Khotimah”, kata ustaz Sholikhin dalam rilis yang diterima Republika pada Kamis (17/6) Ustaz Sholikhin mengatakan sebelumnya pesantren juga telah menjalin kerjasama dengan Fakultas Dakwah IAIN Salatiga untuk menyusun buku panduan fiqih ibadah bagi santri lanjut usia. Nantinya dua buku yang disusun itu akan menjadi buku ajar dalam kurikulum yang diterapkan pesantren. Bahkan menurutnya dua buku itu juga akan disosialisasikan ke kota-kota lainnya se-Jawa Tengah. Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat dan IAIN Salatiga juga bekerjasama dalam penelitian dan kewirausahaan. Dalam kesempatan itu para mahasiswa IAIN pun melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) di pesantren dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat. Sumber : Republika Online