Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Banyubiru Kabupaten Semarang mendistribusikan paket sembako dan takjil khusus untuk para lansia, Kamis (7/5/2020). Kegiatan yang digelar bersama dengan Lazis Jateng ini dilakuan di Desa Gedong Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Kegiatan bertema “Menebar Berkah di tengah Wabah” ini dimaksudkan untuk menyemarakkan ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat di tengah wabah. Di ponpes, setiap Ramadan biasanya digelar kajian, menghafaf Alquran, serta buka puasa bersama. “Untuk menghindari kerumunan dan demi kemanfaatan menggapai berkah Ramadan di tengah wabah, acara dialihkan dengan kegiatan peduli sosial,” ungkap Ketua Yayasan Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat, Winarno dalam siaran pers yang diterima SINDOnews Kamis (7/5/2020) malam. Rangkaian acara dalam kegiatan tersebut, diawali dengan olahraga bersama untuk menyegarkan tubuh sebagai sarana menjaga imun. Kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian sembako sembako, sayur, dan takjil, ke rumah masing-masing lansia penerima manfaat. Kegiatan ini adalah kolaborasi antara Pesantren Khusus Lansia Raden Rahmat, Lazis Jateng cabang Kabupaten Semarang, Sayur Barokah dan Sego Jumat. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinsos dan Komda Lansia Kabupaten Semarang serta Puskesmas Banyubiru. Untuk diketahui, pesantren yang khusus menangani lansia ini tengah proses relokasi sarana prasarana santri dari rumah pinjaman warga ke lokasi tanah wakaf seluas 2.000 meter persegi. Saat ini sedang dimulai dengan pembangunan masjid untuk tempat ibadah para santri lansia. Sumber: (sindonews.com)
Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat dan Lazis Jateng Bagi Berkah ke Warga
Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Banyubiru bersinergi dengan Lazis Jateng mendistribusikan paket sembako, sayur, dan takjil. Kegiatan yang bertemakan “Menebar Berkah di tengah Wabah” ini dilakukan di Desa Gedong Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang, ditujukan kepada para lansia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyemarakkan ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat di tengah wabah. “Acara yang biasanya diadakan ketika ramadhan di pesantren ini adalah Kajian dan Menghapaf Qur’an, serta Buka Puasa Bersama. Tapi, untuk menghindari kerumunan dan demi kemanfaatan menggapai Berkah Ramadhan di tengah wabah, acara dialihkan dengan kegiatan peduli sosial,” ungkap Winarno selaku Ketua yayasan pondok khusus lansia ini. Winarno menyebut rangkaian acara dalam kegiatan tersebut, yakni berupa olahraga bersama untuk menyegarkan tubuh sebagai sarana menjaga imun. Kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian sembako sembako, sayur, dan takjil, ke rumah masing-masing lansia penerima manfaat. “Kegiatan ini adalah kolaborasi antara Pesantren Khusus Lansia Raden Rahmat, Lazis Jateng cabang Kabupaten Semarang, Sayur Barokah , dan Sego Jum’at. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinsos dan Komda Lansia Kabupaten Semarang serta Puskesmas Banyubiru,” papar Winarno. Kegiatan yang turut dihadiri Serma Suliyan dari Kodim 0714 Salatiga dan M.Solihin dari Puskesmas Banyubiru diharapkan dapat membantu kebutuhan pokok para lansia yang semakin sulit di tengah wabah covid ini. Selain kegiatan Peduli disaat Pandemi, Pesantren yang khusus menangani lansia ini sedang proses relokasi sarana prasarana santri dari rumah pinjaman warga ke lokasi tanah wakaf seluas 2.000 M2, dan saat ini sedang dimulai dengan membangun Sebuah Masjid untum tempat ibadah para santri Lansia. Sumber : Jateng Pos
Ini Cara Novi KDI Peringati Hari Lansia
Pada puncak acara dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (Hari Lansia), Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kabupaten Semarang mengadakan senam lansia dan panggung hiburan bertema Senandung Cinta untuk Lansia pada Sabtu (22/6) di Lapangan SPN Banyubiru Kabupaten Semarang. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Semarang serta Dirjen Kesejahteraan Sosial Usia Lanjut Kementerian Sosial RI. Setelah sebelumnya Ketua Komda Lansia Kabupaten Semarang yang juga Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengunjungi dan memberikan bantuan sosial untuk 150 orang lansia di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat. Adapun rangkaian acara selain Senam Lansia juga akan dimeriahkan oleh Novi Alya Finalis Kontes Dangdut Indonesia 2 (KDI 2). Wanita yang lahir dengan nama Eka Novia Ratri lahir 1 November 1985 di Kendal, Jawa Tengah. Sejak SMP Novi aktif mengikuti festival tari dan menyanyi. Novi Alya yang kini fokus pada lagu bernuansa Arab Melayu (mengandung pesan moral/ religi) mengaku sangat senang dilibatkan dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk dengan memberikan hiburan di hadapan 1.000 orang warga dan lansia pada acara Senandung Cinta untuk Lansia, Sabtu (22/6). “Saya senang dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan sekaligus belajar agar dapat menjadi manusia yang bermanfaat,” akunya di sela aktifitas padatnya. Wanita yang telah mengharumkan musik dangdut di mata internasional dengan mengenalkan lagu Caka (Cintai Aku Karena Allah) hingga di mancanegara ini bahkan berencana akan menghabiskan waktu akhir pekannya di Pesantren Raden Rahmat agar dapat berbagi bersama santri lansia. “Saya sangat senang dan berterimakasih telah diundang dalam kegiatan ini, tidak sabar rasanya ingin segera ketemu simbah-simbah (lansia-red) yang semangatnya bagus”, ujarnya dalam suatu kesempatan. Sementara itu, Ketua Yayasan Pitutur Luhur selaku pengelola Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Ahmad Winarno (43) mengatakan, bahwa peringatan Hari Lansia Nasional digelar di wilayah Banyubiru sekaligus peresmian Desa Gedong, Banyubiru menjadi percontohan Desa Ramah Lansia. “Ini adalah program kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Semarang. Beberapa saat lalu Pak Wakil Bupati juga berkenan memberikan bantuan sosial untuk 150 orang lansia di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat,” papar Ahmad Winarno. Selain itu, Ahmad Winarno berharap Desa Ramah Lansia bisa menjadi prototipe bagaimana sebuah lingkungan dapat memberdayakan para lansia dan membuat mereka seperti manusia lainnya meski sudah lanjut usia. Adi Prawiranegara Sumber : Warta Pilihan
Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Tempat Para Lansia Nyantri di Semarang
Aktivitas di Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat di Kabupaten Semarang tampak mulai bergeliat sejak subuh. Usah salat subuh, puluhan lansia di pesantren itu senam di tepi area persawahan. Ekspresi riang dan gembira tergurat dari wajah para lansia yang bersemangat mengikuti irama lantunan Ya Lal Wathon. Usai senam, para lansia melakukan relaksasi dengan saling memijat punggung sembari menghangatkan tubuh di bawah sinar hangat matahari. Direktur Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Solikin (50), menjelaskan aktivitas senam pagi ditujukan untuk mengolah fisik lansia agar selalu stabil dan bugar. Selain itu, melalui kegiatan senam bersama, para lansia berkesempatan untuk menjalani aktivitas sosial melalui interaksi selama kegiatan. “Total santri kami ada sekitar empat puluh orang, sebagian besar memang warga setempat, tetapi juga ada 8 orang santri yang datang dari luar kota bahkan juga luar Jawa. Mengenai kegiatan santri disini, kami bagi menjadi tiga, yakni olah raga seperti senam dan berkebun tanaman toga, olah rasa melalui kegiatan sosial, ceramah, dan diskusi, dan olah jiwa melalui ibadah seperti mengaji, salat dan berdzikir,” ujar Solikin kepada detikcom, usai memimpin senam pagi, Selasa (14/5/2019). Solikin mengungkapkan bahwa pesantren ini gratis untuk warga setempat. Namun bagi para santri yang tinggal di pondok, pengelola memberikan metode pembiayaan subsidi silang berdasarkan kemampuan masing-masing santri. “Kami tidak mematok biaya yang harus dikeluarkan untuk mondok di sini. Semua disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, sehingga yang berlatar belakang mampu bisa membantu yang kurang mampu dalam hal ekonomi, tetapi jika benar-benar tidak mampu maka bisa kita rembug bersama untuk mencari solusi,” ujar Solikin yang setiap hari juga bekerja sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu Desa Gedong. Bangunan Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat menempati lahan milik sang ketua yayasan, Winarno (43). Kepada detikcom, Winarno mengaku tujuanya membangun pesantren adalah untuk mengabdi kepada para lansia di kampung halamannya. “Saya ini niatnya mencarikan teman beraktivitas untuk ibu saya yang juga sudah sepuh. Namun Allah SWT memberi jalan saya untuk mengabdi kepada para lansia. Ya kami pikir ini sebagai amanah, dan kami pengelola akan terus berupaya, tentu juga kami berkoordinasi dengan pemerintah melalui dinas sosial untuk setiap kegiatan yang kami lakukan,” ujar Winarno. Ditemui detikcom disela-sela aktivitas berkebun salah seorang santri, Daud Abdullah (68) mengaku bersyukur bisa tinggal di pondokan. Ia berharap, kondisi kesehatannya semakin membaik dan dapat beribadah lebih khusyuk, terlebih di bulan Ramaan kali ini. “Saya dulu kena stroke, waktu awal ke sini juga belum seperti sekarang yang bisa beraktivitas normal. Namun sekarang bisa ke masjid, bisa ikut mengaji tiap sore, dan bisa berkebun, apalagi hasilnya saya konsumsi seperti wedang jahe dan kunyit. Bagi saya ada di sini, merupakan hal yang sangat saya syukuri. Terlebih di sini udaranya sejuk, saya jadi makin betah disini,” ujar kakek asal Jambi ini. Ditemui detikcom disela-sela aktivitas berkebun salah seorang santri, Daud Abdullah (68) mengaku bersyukur bisa tinggal di pondokan. Ia berharap, kondisi kesehatannya semakin membaik dan dapat beribadah lebih khusyuk, terlebih di bulan Ramaan kali ini. “Saya dulu kena stroke, waktu awal ke sini juga belum seperti sekarang yang bisa beraktivitas normal. Namun sekarang bisa ke masjid, bisa ikut mengaji tiap sore, dan bisa berkebun, apalagi hasilnya saya konsumsi seperti wedang jahe dan kunyit. Bagi saya ada di sini, merupakan hal yang sangat saya syukuri. Terlebih di sini udaranya sejuk, saya jadi makin betah disini,” ujar kakek asal Jambi ini. Sumber: (detik.com)
Hari Lansia Nasional, Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat Gelar Pesantren Kilat
Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Kabupaten Semarang punya cara tersendiri dalam menyambut Hari Lansia Nasional yang jatuh pada 29 Mei nanti. Direktur Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Muhamad Solikin mengatakan momen Hari Lansia Nasional tahun ini terasa spesial sebab bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Solikin menjelaskan, momen Hari Lansia Nasional memang belum banyak dikenal masyarakat seperti hari-hari besar nasional lainnya. Tetapi sejarah besar Hari Lansia Nasional harus terus digelorakan agar para lansia di Indonesia terus mendapatkan hak-haknya. “Untuk itu agar semakin semarak kami menggelar program Ramadhan Mulia sebagai bagian dari peringatan Hari Lansia Nasional,” papar Solikin di Semarang, Kamis (17/5). Solikin melanjutkan, program Ramadhan Mulia di Pondok Pesantren Kasepuhan Rahmat bertujuan agar para lansia bisa menjadi pribadi yang kuat di usia senjanya. “Agar mereka bisa olah rogo, olah jiwo dan olah roso di bulan suci ini,” kata Solikin. Lebih jauh Solikin menguraikan, para peserta Ramadhan Mulia akan mendapatkan pelajaran agama semisal akidah, fikih ibadah, tahsin Alquran dan mujahadah. Selain itu para lansia akan dituntun untuk membiasakan diri shalat berjamaah di masjid, tarawih, sahur dan buka bersama serta hafalan surat pilihan. “Tarawih tidak hanya di pesantren saja tetapi kita ajak tawarih keliling. Agar tidak bosan kita adakan tafakur alam dan bukber bareng warga,” terang Solikin. Menurut Solikin, kegiatan Ramadhan Mulia bisa diikuti Muslim dan Muslimah siapa saja yang sudah berusia 45 tahun ke atas. Kegiatan ini, papar Solikin, juga tidak akan berlangsung satu bulan penuh tetapi dari 26 Mei hingga 2 Juni 2018. “Jika selama ini yang ikut pesantren kilat hanya anak-anak, kini para lansia juga bisa mengikuti dengan teman-temannya. Dengan ibadah bersama kita harapkan para lansia agar tambah bersemangat sehingga secara sosial akan membantu kehidupan mereka,” paparnya. (dakwatuna.com) Sumber: Hari Lansia Nasional, Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat Gelar Pesantren Kilat Lansia (parahyangan-post.com)
Hari Lansia Nasional, Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat Gelar Pesantren Kilat
Semarang – Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Kabupaten Semarang punya cara tersendiri dalam menyambut Hari Lansia Nasional yang jatuh pada 29 Mei nanti. Direktur Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Muhamad Solikin mengatakan momen Hari Lansia Nasional tahun ini terasa spesial sebab bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Solikin menjelaskan, momen Hari Lansia Nasional memang belum banyak dikenal masyarakat seperti hari-hari besar nasional lainnya. Tetapi sejarah besar Hari Lansia Nasional harus terus digelorakan agar para lansia di Indonesia terus mendapatkan hak-haknya. “Untuk itu agar semakin semarak kami menggelar program Ramadhan Mulia sebagai bagian dari peringatan Hari Lansia Nasional,” papar Solikin di Semarang, Kamis (17/5). Solikin melanjutkan, program Ramadhan Mulia di Pondok Pesantren Kasepuhan Rahmat bertujuan agar para lansia bisa menjadi pribadi yang kuat di usia senjanya. “Agar mereka bisa olah rogo, olah jiwo dan olah roso di bulan suci ini,” kata Solikin. Lebih jauh Solikin menguraikan, para peserta Ramadhan Mulia akan mendapatkan pelajaran agama semisal akidah, fikih ibadah, tahsin Alquran dan mujahadah. Selain itu para lansia akan dituntun untuk membiasakan diri shalat berjamaah di masjid, tarawih, sahur dan buka bersama serta hafalan surat pilihan. “Tarawih tidak hanya di pesantren saja tetapi kita ajak tawarih keliling. Agar tidak bosan kita adakan tafakur alam dan bukber bareng warga,” terang Solikin. Menurut Solikin, kegiatan Ramadhan Mulia bisa diikuti Muslim dan Muslimah siapa saja yang sudah berusia 45 tahun ke atas. Kegiatan ini, papar Solikin, juga tidak akan berlangsung satu bulan penuh tetapi dari 26 Mei hingga 2 Juni 2018. “Jika selama ini yang ikut pesantren kilat hanya anak-anak, kini para lansia juga bisa mengikuti dengan teman-temannya. Dengan ibadah bersama kita harapkan para lansia agar tambah bersemangat sehingga secara sosial akan membantu kehidupan mereka,” paparnya. (dakwatuna.com) Sumber : Dakwatuna.com
HARI LANSIA NASIONAL PESANTREN KASEPUHAN RADEN RAKHMAT GELAR PESANTREN KILAT
Hari Lansia Nasional, Ponpes Kasepuhan Raden Rahmat Gelar Pesantren Kilat Lansia. Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Kabupaten Semarang punya cara tersendiri dalam menyambut Hari Lansia Nasional yang jatuh pada 29 Mei nanti. Direktur Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, Muhamad Solikin mengatakan momen Hari Lansia Nasional tahun ini terasa spesial sebab bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Solikin menjelaskan, momen Hari Lansia Nasional memang belum banyak dikenal masyarakat seperti hari-hari besar nasional lainnya. Tetapi sejarah besar Hari Lansia Nasional harus terus digelorakan agar para lansia di Indonesia terus mendapatkan hak-haknya. “Untuk itu agar semakin semarak kami menggelar program Ramadhan Mulia sebagai bagian dari peringatan Hari Lansia Nasional,” papar Solikin di Semarang, Kamis (17/5). Solikin melanjutkan, program Ramadhan Mulia di Pondok Pesantren Kasepuhan Rahmat bertujuan agar para lansia bisa menjadi pribadi yang kuat di usia senjanya. “Agar mereka bisa olah rogo, olah jiwo dan olah roso di bulan Suci ini,” kata Solikin. Lebih jauh Solikin menguraikan, para peserta Ramadhan Mulia akan mendapatkan pelajaran agama semisal akidah, fikih ibadah, tahsin Alquran dan mujahadah. Selain itu para lansia akan dituntun untuk membiasakan diri shalat berjamaah di masjid, tarawih, sahur dan buka bersama serta hafalan surat pilihan. “Tarawih tidak hanya di pesantren saja tetapi kita ajak tawarih keliling. Agar tidak bosan kita adakan tafakur alam dan bukber bareng warga,” terang Solikin. Menurut Solikin, kegiatan Ramadhan Mulia bisa diikuti Muslim dan Muslimah siapa saja yang sudah berusia 45 tahun ke atas. Kegiatan ini, papar Solikin, juga tidak akan berlangsung satu bulan penuh tetapi dari 26 Mei hingga 2 Juni 2018. “Jika selama ini yang ikut pesantren kilat hanya anak-anak, kini para lansia juga bisa mengikuti dengan teman-temannya. Dengan ibadah bersama kita harapkan para lansia agar tambah bersemangat sehingga secara sosial akan membantu kehidupan mereka,” paparnya. Sumber : Report Actual