Pondok Pesantren Lanjut Usia (Ponpes Lansia) Raden Rahmat, Kabupaten Semarang saat ini sedang mengembangkan program pemanfaatan barang bekas untuk pembangunan pesatren.
Kepala Ponpes Lansia Raden Rahmat Winarno, menuturkan, Ponpes Lansia Raden Rahmat akan mengelola barang bekas yang diamanahkan untuk proses pembangunan pesantren.
“Barang bekas yang kami terima akan dilakukan service hingga layak. Masyarakat yang membutuhkan bisa membelinya untuk pembangunan pesantren,” jelas Winarno dalam keterangan persnya, Senin 23 Agustus 2021.
Ia menjelaskan, barang bekas sering tidak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Barang bekas belum berwujud sampah sehingga tidak dibuang, di sisi lain amat jarang digunakan sebab sudah ada barang pengganti.
“Kadang kita juga baru sadar ada banyak barang bekas yang kita miliki saat bersih-bersih atau pindahan rumah. Mau dibuang sayang karena masih berguna, mau sering dipakai sudah ada barang pengganti. Jadi nilai manfaatnya berkurang,” terang dia.
Winarno menjelaskan, manfaat barang bekas bisa kembali bernilai salah satunya dengan didonasikan ke lembaga-lembaga yang membutuhkan.
“Jadi nilai sosialnya ada, alhamdulillah Pesantren Lansia Raden Rahmat membuka program Sedekah Babe yakni Sedekah Barang Bekas.”
“Kita ingin agar barang bekas kita yang nilainya sudah turun kembali memiliki nilai sebagai amal jariyah yang pahalanya mengalir bahkan setelah kita wafat,” imbuh Winarno.
Sebelumnya, ujar Winarno, Pondok Pesantren Lansia Raden Rahmat sudah mengembangkan program Bank Sampah untuk santrinya.
Sumber: Ayo Semarang




