Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat Siapkan 200 Care Giver untuk Temani Lansia Menua dan Mendewasa Spiritualnya”

UNGARAN – Sebagai salah satu lembaga yang fokus pada pelayanan terhadap lansia, Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat sejak 2018 telah merintis sekolah untuk perawat lansia (caregiver), dan mulai 2019 sudah menerima peserta magang dari beberapa LPK Perawat Lansia. Salahsatunya dari lembaga pelatihan kerja perawat lansia (caregiver) dengan penempatan di luar negeri, LPK Serbaindo Salatiga.

Diusianya yang ke lima tahun ini Sekolah Caregiver Raden Rahmat sudah memiliki alumi kurang lebih 250 Care Giver yang ditempatkan di dalam negeri maupun luar negeri khususnya Jepang.

Bahkan ditahun 2020 menjadi TUK BNSP, Tempat Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dan telah mensertifikasi 25 tenaga care taker yang di tugaskan di enam kecamatan untuk melayani 800 lansia binaan Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat.

Pimpinan LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, S.S. mengatakan kerjasama dengan PKRR telah dilakukan sejak 5 tahun lalu, ini merupakan kerjasama strategis, untuk menyiapkan SDM Care Giver yang memiliki kempuan Pelayanan Holistik, komprehensif dan Integratif.

“Kami percayakan PKRR sebagai tempat pelatihan dan magang anak-anak kami, agar peserta didik kami memiliki keterampilan yang baik dalam merawat lansia.”, ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Ketua Yayasan Pitutur Luhur, Ahmad Winarno mengatakan kerjasama ini bertujuan untuk melatih dan mencetak SDM perawat-perawat lansia yang mumpuni, memiliki standart pelayanan yang profesional dengan pendekatan Medis, Psikologis, dan Agamis.

Pelayanan disini mengutamakan penyatuan diri dengan alam semesta, agar lansia walau sudah menua fisiknya namun ruhaninya seakan baru terlahir kembali, bersama alam ia akan terus hidup lebih lama dan semakin bahagia menanti hari kepulangannya kepada sang penciptanya.

“World Happiness Report 2023, merilis negara-negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi, ternyata salah satu indikatornya adalah mengutamakan sisi spiritual dalam berkehidupan dan penyatuan setiap warganya dengan alam semesta ini.”, tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, LPK Serbaindo juga membawa serta mitra kerjanya untuk penempatan Caregiver di Jepang, Exceed Business Cooperative, Noubuki Tsuji. Dalam kesempatan tersebut Noubuki Tsuji menyampaikan bahwa Pelayanan spiritual menjadi faktor penting untuk pengobatan dengan pendekatan holistik.

Saat ditanya Noubuki Tsuji, mengapa anda memilih lokasi digunung untuk mendirikan lembaga pelayanan lansia ini, Ahmad Winarno menyampaikan, ia terinspirasi dari bijaksananya salah satu Raja Jepang, mendidik dan melarang masyarakat jepang agar tidak lagi melakukan Ubasuteyama.
Ada cerita legenda rakyat jepang di masa lampau, tentang tradisi membuang orang tua yang sudah renta ke hutan di sebuah gunung. Orang Jepang menyebutnya Ubasuteyama.
Ubasute berarti pembuangan, dan Yama berarti gunung.

Dengan mengambil tempat di alam nan eksotis, dilereng gunung Gajahmungkur dengan pemandangan hamparan Rawapening dan sawah nan indah, namun tetap agamis, Winarno berharap Pesantren Kasepuhaan Raden Rahmat mampu membidani lahir dan tumbuhnya kembali ruhani para orang tua, mampu menemukan jalan pulang penuh bahagia, tutur Winarno dalam penjelasannya.

Alamat Pesantren:

Dukuh Krajan, Rt. 03/01, Desa Gedong Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 50664

Program untuk Lansia

Jimpitan Beras

Wakaf Asrama

Makanan Tambahan

Pemberdayaan Ekonomi

Bedah Rumah

Layanan Kesehatan

Pembinaan & Pendampingan

Copyright © 2026 | Villa Santri Lansia