Melalui Kios Pintar, santri lansia lebih mudah mempelajari ilmu agama melalui multimedia.
Oleh Pondok Pesantren Lansia Raden Rahmat
OLEH ANDRIAN SAPUTRA
Pondok Pesantren Lanjut Usia (Lansia) Raden Rahmat terus melakukan peningkatan sarana pembelajaran bagi para santri lansia. Baru-baru ini, pesantren yang berlokasi di Gedong, Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah, itu berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadirkan Kios Pintar, yakni sebuah teknologi yang dapat membantu pembelajaran para santri lansia di Ponpes Raden Rahmat.
Direktur Pondok Pesantren Lansia Raden Rahmat, Muhammad Solikin, mengatakan, Kios Pintar telah resmi diluncurkan Ponpes Raden Rahmat pada akhir Oktober lalu. Melalui Kios Pintar, santri lansia lebih mudah mempelajari ilmu agama melalui multimedia.
Kios Pintar menyuguhkan berbagai modul, di antaranya pembelajaran bahasa Arab, video pembelajaran praktik hidroponik, modul pembelajaran Alquran, dan lain-lainnya. Untuk mengakses Kios Pintar, para santri lansia menggunakan kartu khusus yang juga berfungsi sebagai kartu debit karena telah bekerja sama dengan salah satu perbankan.
Menurut Solikin, selain keberadaan Kios Pintar yang membantu santri lansia belajar melalui teknologi, kehadiran kartu debit yang berlaku di Ponpes Raden Rahmat memungkinkan para santri lansia untuk melakukan transaksi secara nontunai di kafe pesantren.
“Nantinya, kartu bisa digunakan untuk akses makan di kafe yang akan segera dibangun di sini. Bisa juga digunakan sebagai ATM, donatur, atau keluarga lansia bisa top up secara mudah sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Solikin kepada Republika, beberapa waktu lalu.
Inisiator Kios Pintar yang juga Guru Besar ITB Prof Yassirlie mengatakan, Kios Pintar merupakan produk proyek tim Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Bandung (ITB). Konsep itu adalah hasil kerja sama dengan Pesantren Lansia Raden Rahmat.
Ia menjelaskan, sebelumnya, proyek Kios Pintar telah diujikan kepada lansia dalam empat kali desain prototipe di empat daerah yang berbeda dengan jumlah responden 34 orang. Di antaranya pengujian prototipe rangka, pengujian prototipe interface, pengujian video materi pada lansia, dan pengujian interface gamifikasi pada lansia.
“Kios Pintar membantu santri lansia untuk belajar secara mandiri di mana pun dan kapan pun. Ini tantangan kami dari ITB untuk memberikan kemudahan mengakses segala pembelajaran bagi lansia. Kios Pintar ini akan berisi materi-materi yang dapat dipilih dan ditonton, berbasis teknologi yang ramah lansia,” katanya.
Sementara itu, tak hanya menjadi tempat belajar para santri lansia, Ponpes Lansia Raden Rahmat juga terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) dengan menyiapkan para profesional perawat lanjut usia. Untuk itu, Ponpes Raden Rahmat berkolaborasi dengan sebuah lembaga koperasi bisnis asal Jepang, YMCW.
Lembaga koperasi bisnis ini telah menjadi tempat magang para pelajar Sekolah Caregiver Raden Rahmat, yakni sekolah untuk melahirkan tenaga perawatan atau pengasuhan. Sekolah ini merupakan upaya kolaboratif antara Yayasan Pitutur Luhur yang menaungi Ponpes Lansia Raden Rahmat, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sebaindo dan LPK Kibo Salatiga yang bertujuan untuk menyiapkan tenaga profesional untuk perawat lansia, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri, khususnya di Jepang.
Sementara itu, Ponpes Raden Rahmat juga tengah berupaya menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pengembangan kawasan pendidikan lansia (Senior Institut). Di dalamnya akan diadakan wisma lansia, pesantren lansia, sekolah lansia, sekolah caregiver, klinik lansia, taman lansia, bumi perkemahan lansia, dan kafe lansia.
Proyek tersebut akan dilakukan bertahap dan saat ini baru memasuki fase wisma lansia dan pesantren lansia dan direncanakan akan selesai pada tahun 2030. Proyek tersebut bertujuan untuk menyiapkan lansia agar bisa menjalani kehidupan pada masa senjanya dengan produktif dan menggapai husnul khatimah.
Sumber : (republika.id)




