UNGARAN, KOMPAS.com – Alunan bacaan Al Quran menggema dari kompleks bangunan di perbukitan Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (6/3/2025) sore. Setelah sesi pembacaan kitab suci, para peserta melaksanakan shalat ashar berjemaah. Para pembaca Al Quran yang hadir sebagian besar adalah lanjut usia, meskipun terdapat beberapa anak muda yang turut serta. Mereka mengenakan seragam berupa kemeja putih dan celana hitam. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mengikuti program Kampung Ramadhan di Villa Santri Kasepuhan Raden Rahmat, yang berlangsung selama satu bulan penuh selama bulan Ramadhan.
Salah satu peserta, Sukardi (57) dari Jambi, menyatakan, “Mendapat pengetahuan karena di sini isinya kajian tentang agama Islam dan juga mengaji. Di usia seperti sekarang ini ingin memperdalam ilmu agama, karena mungkin saat muda dulu belajarnya belum maksimal.” Sukardi datang seorang diri setelah berpamitan kepada istri dan anaknya untuk belajar lebih dalam mengenai ajaran agama Islam. “Saya daftar satu bulan untuk program Ramadhan ini. Nanti kalau betah, bisa ditambah lagi waktunya,” tambahnya. Ahmad Winarno, pendiri Villa Santri Kasepuhan Raden Rahmat, menjelaskan bahwa santri lansia di pondok pesantrennya berasal dari seluruh Indonesia, termasuk beberapa kota di Pulau Jawa, Jambi, Palembang, hingga Papua. “Ada juga diaspora dari beberapa negara yang sudah tidak memiliki saudara di daerah asal, yang belajar di sini. Seperti dari Australia, Belanda, dan Singapura,” ungkapnya. Winarno menegaskan bahwa mayoritas santri di pondok adalah dewasa dan orang tua, dengan usia minimal 45 tahun.
Terdapat tiga syarat utama yang harus dipenuhi: pertama, mandiri dalam melakukan aktivitas pribadi; kedua, memiliki kemauan dan motivasi untuk belajar di pondok pesantren; dan ketiga, mampu mengikuti pembelajaran agar di masa tua mereka bisa semakin sehat dan pengetahuan religiusnya meningkat. “Harus diingat, di sini kan bukan panti jompo, tapi pondok pesantren. Karena itu, kami tidak ingin istilahnya mereka hanya pindah tidur atau pindah tempat tinggal, ada pembelajaran secara preventif yang harus diikuti,” tegas Winarno. Dia juga menyampaikan bahwa antusiasme peserta untuk mengikuti program Kampung Ramadhan di Villa Santri Kasepuhan Raden Rahmat sangat tinggi. Namun, karena keterbatasan daya tampung, tidak semua pendaftar dapat diterima. Saat ini, kapasitas yang tersedia adalah 25 santri lansia, 14 santri perawat lansia, dan 45 santri kalong atau yang tidak menetap dari warga sekitar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kala Lansia Belajar Agama Islam di Kampung Ramadhan, Ada Peserta dari Belanda”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2025/03/07/081108578/kala-lansia-belajar-agama-islam-di-kampung-ramadhan-ada-peserta-dari?page=all.




